Aku diam
Bukan karena suasana temaram
Bukan karena malam yang kelam
Bukan karena langit yang memburam
Aku diam, karena
Mulutku tiba-tiba tak mampu bicara
Cuma resah tanpa kata
Cuma gumam tanpa suara
Kenapa begitu?
Karena ada rasa menyentuh kalbu
Setitik kecil seperti debu
Bagai embun di pagi yang membeku
Apa sebabnya?
Entahlah, resah hati tanpa dikata
Tanpa bicara, galau di dada
Tanpa jelas sebab musababnya
Adakah sesuatu?
Mungkin memang ada sesusatu
Ada sesosok bayang di situ
Yang sukses membuatku terpaku
Siapakah bayang itu?
Kembali ku menggeleng tanda tak tahu
Bayang itu memang semakin menjauh
Tinggalkan aku dalam galau yang meyatu
Kenapa dia tinggalkanmu?
Aku tak tahu
Mungkin dia benci padaku?
Menjauh karena aku yang membisu?
Entahlah aku pun tak tahu
Lalu, apa yang kau mau?
Hanya diam dan biarkan dia berlalu?
Ya, biar dia berlalu
Karena hati ini tak mampu
Tuk tuntaskan diam yang mengkristal batu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar