Sabtu, 03 November 2012

Diam

Aku diam
Bukan karena suasana temaram
Bukan karena malam yang kelam
Bukan karena langit yang memburam

Aku diam, karena
Mulutku tiba-tiba tak mampu bicara
Cuma resah tanpa kata
Cuma gumam tanpa suara

Kenapa begitu?
Karena ada rasa menyentuh kalbu
Setitik kecil seperti debu
Bagai embun di pagi yang membeku

Apa sebabnya?
Entahlah, resah hati tanpa dikata
Tanpa bicara, galau di dada
Tanpa jelas sebab  musababnya

Adakah sesuatu?
Mungkin memang ada sesusatu
Ada sesosok bayang di situ
Yang sukses membuatku terpaku

Siapakah bayang itu?
Kembali ku menggeleng tanda tak tahu
Bayang itu memang semakin menjauh
Tinggalkan aku dalam galau yang meyatu

Kenapa dia tinggalkanmu?
Aku tak tahu
Mungkin dia benci padaku?
Menjauh karena aku yang membisu?
Entahlah aku pun tak tahu

Lalu, apa yang kau mau?
Hanya diam dan biarkan dia berlalu?
Ya, biar dia berlalu
Karena hati ini tak mampu
Tuk tuntaskan diam yang mengkristal batu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar