Senin, 16 September 2013

Sekedar Sedikit Pesan_Mana Nurani Kita?

Hey, Kalian, coba dengar. coba dengar dengan seksama..
oh, ada tangis di sana. tangis kelaparan, tangis kekurangan.
Tangis yang tetap ada karena tiada uluran.
Mana nurani kita, hingga begitu sulit tuk mengulurkan sedikit cinta?

hey, kalian, coba lihat di sana, lihatlah dengan seksama.
Anak-anak kecil berlarian dengan perut membesar
asal kau tahu, mereka kelaparan
mereka kena busung lapar
bukankah kau dapat meilhat..
Lalu mana nuranimu?
Kau makan dengan nyaman, dengan yang layak makan..
tapi mereka?

Tak perlu jauh-jauh untuk melihat ke"sedih"an itu...
Kau cuma perlu berjalan ke bawah jembatan
di sana tersembunyi kehidupan..
yang sangat pantas tuk dapat uluran...
Ayo, tunujukkan, kalau nurani kita masih ada
kalau rada perduli itu masih tersisa...
bersama kita peduli, tuk membuat mereka lebih baik..

Kamis, 27 Juni 2013

Amarah

Malu tuk akui
Amarah itu telah menguasai
Menguasai hati, kuasai emosi

Apakah kau tahu?
Apakah kau sadari itu?
Tanpa sepatah katapun harus ku bicara
Ku harap kau tahu, hatiku sedang bergelora

Karena siapa? Karenamu
Karenamu. Apa kau tahu?
Karena tak pedulimu
Karena keegoisanmu

Jadi bisakah kau padamkan amarah itu?

Minggu, 16 Juni 2013

Sejauh Jangkauan

Ketika saya sampai di akhir sebuah perjalanan
Ketika akhirnya sebuah pertemuan itu diganti dengan perpisahan
Benak saya dipenuhi dengan tanya dan angan
Mungkinkah semua hanya kan tinggal kenangan?

Semua terpisah jarak
Biarkan saja rasa yang menggelegak
Tidak akan mengubah apapun
Terlanjur jauh, biarkan rusuh hati yang menghimpun

sejauh jarak, sejauh pandang
sejauh jangkauan
mungkinkah masih bisa diraih?
ketika semua impian itu tersapu bersih

Mungkinkah bisa diraih lagi?
Angan itu telah jauh pergi
Sejauh jangkaun
Terlalu sulit tuk kembali dalam dekapan

Sejauh jangkauan
Sejauh pandangan
Kita terpisah jarak dan waktu
Tak ada lagikah kesempatan tuk sebuah pertemuan baru?

Sejauh jangkauan
Saya dan kamu

Sabtu, 02 Maret 2013

Kenangan Itu

Kenangan itu...
Telah berlalu
Beranjak, menjadi masa lalu
Tapi apakah kau tahu
Kenangan itu melekat di otakku
Terpatri di hatiku
Mungkinkah kau tahu itu?

Kenangan itu..
Kenangan itu membuatku selalu ingat dirimu
Senyummu, tawamu, suaramu
Membawaku dalam khayal yang beribu
Menjerumuskanku dalam mimpi semu
Membuatku terjatuh, dalam kubangan tak menjemu
Mungkinkah kau tahu itu?


Kenangan itu...
Sayang, kenangan itu hanya milikku
Hanya untukku, tak pernah untukmu
Karena kau menghalaunya menjauh
Kau menghapusnya dari ingatanmu
Karena ku tahu, kau tak pernah mau
Mengingatku, apalagi menyimpan bayangku

Kenangan itu..
Biarlah untukku