Tangis itu tertumpah lagi
Mengalir, menderas, membelai pipi
Menuju muara akhir di bawah wajah ini
Mengarak mengendap dalam sepi
Tangis ini tertumpah lagi
Sakit menggigit dalam hati
Membuat diam pun tak berarti
Isak datang dan menghiasi
Kau tahu kenapa?
Tahukah kamu kenapa wajahku kembali basah?
Itu karenamu , kau tahu, karenamu
karenamu menusuk hatiku
Ku tak pernah salahkan kau tak suka aku
Tak pernah salahkan kau yang membenciku
Tapi kumohon kau mengerti
Hati ini rapuh, pecah terhamburi
Ah tidak, tangis ini datang karenaku
Pasti kau salahkan aku
Aku yang tak pernah bisa lupakanmu
Aku yang tak pernah bisa usir bayangmu
Tangis ini jatuh memang karenaku
karenaku, malu ku tuk akui itu
Karena memang salahku
Murni karenaku
Tangis