Jumat, 23 November 2012

MENJAUH

Aku diam dan berdiri
Tak mampu bergerak, ku terpaku di sini
Hanya dapat pandang ia yang pergi
Menjauh dan mungkin tak kembali

Aku terpaku, aku membeku
Tak ada patah kata, ku sempurna membisu
Hanya mampu dengar langkahnya menjauh
Pergi dan berlalu

Aku patah, aku kalah
Sungguh ku t'lah menyerah
Aku tak mampu menahan air mata
Mengalir, menderas, membelai wajah

Aku diam, aku membisu
Saat ku tahu isi hatimu
Sedang berbunga, tapi bukan untukku
Untuk dia, yang sempurna memesonamu

Aduhai, betapa patah hatiku
Betapa remuk asaku
Seakan kulihat kau menjauh
Menjauh, pergi tinggalkanku

Rabu, 14 November 2012

Mimpi

Saat aku bicara mimpi
Aku menerawang, bayang jauh dan tinggi
Mencoba cari, dan terus mencari
Mungkinkah kutemui?

Mimpiku selalu tinggi
Kata orang, aku terlalu obsesi
Katanya aku terlalu berambisi
Tapi salahkah jika hanya mimpi?

Mimpiku bukan sekedar sukses dan jaya
Mimpiku tentang sebuah usaha
Tentang sebuah perjuangan dan upaya

Mimpiku bukan jadi artis
Bukan jadi para selebritis
Bukan pula jadi pengemis

Mimpiku cuma sederhana
Ku hanya ingin negaraku kembali merdeka
merdeka dalam arti yang sesungguhnya
Merdeka dari tangan tikus-tikus penjajah

Salahkah

Salahakah?
Jika aku ada
Jika aku setia
Jika aku usaha

Salahkah?
Jika ku memendam rasa
Jika ku menyimpan cinta
Jika ku menyulam suka

Salahkah?
Jika ku membisu
Dan terpaku saat ku temu
Dengannya, dan ku membatu.

Salahkah?
Jika sekarang ku sadari
Salahku selama ini

Salahkah?
Jika sekarang ku menjauhi
Agar rasa ini tak berubah mimpi
Agar rasa ini tak mengerak di hati

Salahkah?

Cinta

Jika kau bertanya padaku..
apa kau tahu arti cinta?
Aku mungkin akan membisu
Aku cuma mampu diam tanpa kata

Jujur, aku tak tahu arti cinta yang sesungguhnya
selama ini aku cuma tahu jika cinta adalah rasa
Yang kadang indah, juga menyakitkan
Yang kadang menyejukkan, juga membutakan

Cinta kadang membuatku malu
Diam dan ku tersipu
Membuat ku semakin ragu
Lakukan apapun, takut salah menderaku

Cinta tak mampu kudefinisikan
Cinta hanya mampu kuekspresikan
Cinta bukan permainan kata
Cinta adalah tentang sebuah rasa

Minggu, 04 November 2012

Bosan

Ragu ku 'tuk melangkah
takut ku bertemu salah
Buat hati semakin gerah
dan wajah jiwa pun memerah

Bosan, sungguh bosan
Tak ada rasa yang bermekaran
semua rasa terjalin membingungkan
Apa yang harus ku banggakan?

Bosan, sungguh bosan
Ego-ego bertebaran
Mana ada kebebasan
Semua asal, saling menyalahkan

Bosan, sungguh bosan
Sungguh bosan ku tuk berjalan
Aku sungguh tak kerasan
yang kuingin, melangkah jauh dari peradaban

Bosan, sungguh bosan
Bagai tanah terkena hujan
Hilang tanpa berurutan
Rasa tuk berkenan

Bosan, sungguh kubosan!

Sabtu, 03 November 2012

Diam

Aku diam
Bukan karena suasana temaram
Bukan karena malam yang kelam
Bukan karena langit yang memburam

Aku diam, karena
Mulutku tiba-tiba tak mampu bicara
Cuma resah tanpa kata
Cuma gumam tanpa suara

Kenapa begitu?
Karena ada rasa menyentuh kalbu
Setitik kecil seperti debu
Bagai embun di pagi yang membeku

Apa sebabnya?
Entahlah, resah hati tanpa dikata
Tanpa bicara, galau di dada
Tanpa jelas sebab  musababnya

Adakah sesuatu?
Mungkin memang ada sesusatu
Ada sesosok bayang di situ
Yang sukses membuatku terpaku

Siapakah bayang itu?
Kembali ku menggeleng tanda tak tahu
Bayang itu memang semakin menjauh
Tinggalkan aku dalam galau yang meyatu

Kenapa dia tinggalkanmu?
Aku tak tahu
Mungkin dia benci padaku?
Menjauh karena aku yang membisu?
Entahlah aku pun tak tahu

Lalu, apa yang kau mau?
Hanya diam dan biarkan dia berlalu?
Ya, biar dia berlalu
Karena hati ini tak mampu
Tuk tuntaskan diam yang mengkristal batu

Pergi Kau, Galau!

Saat Galau menyapa
Semuanya terasa hampa
Semua terasa menyesak dada
Semua terasa sempitkan jiwa

Mana kelapangan?
Saat galau datang dan menepis angan
Bagai daun berguguran
Menebas angin rata kerinduan

Letih melangkah, hanya terpana
Tak mampu bicara, diam tanpa kata
Galau menyapa hancurkan semua
Kerinduan semakin melimpah ruah

Lelah hati menahan janji
Galau pun semkain jadi
Menepis angan untuk kembali
Berjalan maju menjemput pelangi

Bukan salah ku tuk membisu
Glau itu membuatku gagu
Kata-kata pergi berlalu
Tanpa mampu pasung bersamaku

Galau semakin membuat hati gila
Rindu datang tanpa rasa
Jiwa meledak cinta membara
Kalbu resah tiada tara

Kau salah galau, buatku meracau
membuat hatiku keruh dan risau
Kau salah galau, buatku silau
Atas rasa cinta yang parau

Sudah, galau, pergi
Lelah hati ini melayani
Kau yang tak habis-habis menyakiti
Membuat semua menjadi semakin tak berarti

Jumat, 02 November 2012

Tentang Hati

Tentang hati,
Cinta yang meminta
Cinta yang menyapa
Segala hal kutanya
apa patut tuk kurasa?

Tentang hati,
Galau diam untuk merasuki
Apa salah hingga semua begini
Hati yang selalu menantang hari
kenapa pula seperti ini?

Tentang hati,
Salah oleh semu
Kalah karena nafsu
Terburu, hingga semua menjauh
Apa salahku?

Tentang hati,
Lelah hati menyadari
Kaku hati tuk disakiti
Rasa bergaung seakan mati
Kenapa ku ditinggal sendiri?

Tentang hati,
Segala hal buatku terpana
Semuanya hampir buatku gila
Rasa yang mebakar di dada
Kenapa harus aku yang merasa?

Tentang hati,
Mungkin takdir buatku tahu
Buatku sakit dan terus terjatuh
Berdiri diam menanggung malu
Kembali hati menjerit, kenapa aku?

Tentang hati,
Malam memang semakin kaku
Ku pun diam dan terpaku
Dalam hati rasa pun satu
Dan mulut rasa membisu