Tangis itu tertumpah lagi
Mengalir, menderas, membelai pipi
Menuju muara akhir di bawah wajah ini
Mengarak mengendap dalam sepi
Tangis ini tertumpah lagi
Sakit menggigit dalam hati
Membuat diam pun tak berarti
Isak datang dan menghiasi
Kau tahu kenapa?
Tahukah kamu kenapa wajahku kembali basah?
Itu karenamu , kau tahu, karenamu
karenamu menusuk hatiku
Ku tak pernah salahkan kau tak suka aku
Tak pernah salahkan kau yang membenciku
Tapi kumohon kau mengerti
Hati ini rapuh, pecah terhamburi
Ah tidak, tangis ini datang karenaku
Pasti kau salahkan aku
Aku yang tak pernah bisa lupakanmu
Aku yang tak pernah bisa usir bayangmu
Tangis ini jatuh memang karenaku
karenaku, malu ku tuk akui itu
Karena memang salahku
Murni karenaku
Tangis
Saya cuma seorang yang ingin berbagi coretan. Tentang apapun. Kepala saya penuh ide. Saya butuh penyaluran. Dan ini caranya :)
Sabtu, 15 Desember 2012
Jumat, 23 November 2012
MENJAUH
Aku diam dan berdiri
Tak mampu bergerak, ku terpaku di sini
Hanya dapat pandang ia yang pergi
Menjauh dan mungkin tak kembali
Aku terpaku, aku membeku
Tak ada patah kata, ku sempurna membisu
Hanya mampu dengar langkahnya menjauh
Pergi dan berlalu
Aku patah, aku kalah
Sungguh ku t'lah menyerah
Aku tak mampu menahan air mata
Mengalir, menderas, membelai wajah
Aku diam, aku membisu
Saat ku tahu isi hatimu
Sedang berbunga, tapi bukan untukku
Untuk dia, yang sempurna memesonamu
Aduhai, betapa patah hatiku
Betapa remuk asaku
Seakan kulihat kau menjauh
Menjauh, pergi tinggalkanku
Tak mampu bergerak, ku terpaku di sini
Hanya dapat pandang ia yang pergi
Menjauh dan mungkin tak kembali
Aku terpaku, aku membeku
Tak ada patah kata, ku sempurna membisu
Hanya mampu dengar langkahnya menjauh
Pergi dan berlalu
Aku patah, aku kalah
Sungguh ku t'lah menyerah
Aku tak mampu menahan air mata
Mengalir, menderas, membelai wajah
Aku diam, aku membisu
Saat ku tahu isi hatimu
Sedang berbunga, tapi bukan untukku
Untuk dia, yang sempurna memesonamu
Aduhai, betapa patah hatiku
Betapa remuk asaku
Seakan kulihat kau menjauh
Menjauh, pergi tinggalkanku
Rabu, 14 November 2012
Mimpi
Saat aku bicara mimpi
Aku menerawang, bayang jauh dan tinggi
Mencoba cari, dan terus mencari
Mungkinkah kutemui?
Mimpiku selalu tinggi
Kata orang, aku terlalu obsesi
Katanya aku terlalu berambisi
Tapi salahkah jika hanya mimpi?
Mimpiku bukan sekedar sukses dan jaya
Mimpiku tentang sebuah usaha
Tentang sebuah perjuangan dan upaya
Mimpiku bukan jadi artis
Bukan jadi para selebritis
Bukan pula jadi pengemis
Mimpiku cuma sederhana
Ku hanya ingin negaraku kembali merdeka
merdeka dalam arti yang sesungguhnya
Merdeka dari tangan tikus-tikus penjajah
Aku menerawang, bayang jauh dan tinggi
Mencoba cari, dan terus mencari
Mungkinkah kutemui?
Mimpiku selalu tinggi
Kata orang, aku terlalu obsesi
Katanya aku terlalu berambisi
Tapi salahkah jika hanya mimpi?
Mimpiku bukan sekedar sukses dan jaya
Mimpiku tentang sebuah usaha
Tentang sebuah perjuangan dan upaya
Mimpiku bukan jadi artis
Bukan jadi para selebritis
Bukan pula jadi pengemis
Mimpiku cuma sederhana
Ku hanya ingin negaraku kembali merdeka
merdeka dalam arti yang sesungguhnya
Merdeka dari tangan tikus-tikus penjajah
Salahkah
Salahakah?
Jika aku ada
Jika aku setia
Jika aku usaha
Salahkah?
Jika ku memendam rasa
Jika ku menyimpan cinta
Jika ku menyulam suka
Salahkah?
Jika ku membisu
Dan terpaku saat ku temu
Dengannya, dan ku membatu.
Salahkah?
Jika sekarang ku sadari
Salahku selama ini
Salahkah?
Jika sekarang ku menjauhi
Agar rasa ini tak berubah mimpi
Agar rasa ini tak mengerak di hati
Salahkah?
Jika aku ada
Jika aku setia
Jika aku usaha
Salahkah?
Jika ku memendam rasa
Jika ku menyimpan cinta
Jika ku menyulam suka
Salahkah?
Jika ku membisu
Dan terpaku saat ku temu
Dengannya, dan ku membatu.
Salahkah?
Jika sekarang ku sadari
Salahku selama ini
Salahkah?
Jika sekarang ku menjauhi
Agar rasa ini tak berubah mimpi
Agar rasa ini tak mengerak di hati
Salahkah?
Cinta
Jika kau bertanya padaku..
apa kau tahu arti cinta?
Aku mungkin akan membisu
Aku cuma mampu diam tanpa kata
Jujur, aku tak tahu arti cinta yang sesungguhnya
selama ini aku cuma tahu jika cinta adalah rasa
Yang kadang indah, juga menyakitkan
Yang kadang menyejukkan, juga membutakan
Cinta kadang membuatku malu
Diam dan ku tersipu
Membuat ku semakin ragu
Lakukan apapun, takut salah menderaku
Cinta tak mampu kudefinisikan
Cinta hanya mampu kuekspresikan
Cinta bukan permainan kata
Cinta adalah tentang sebuah rasa
apa kau tahu arti cinta?
Aku mungkin akan membisu
Aku cuma mampu diam tanpa kata
Jujur, aku tak tahu arti cinta yang sesungguhnya
selama ini aku cuma tahu jika cinta adalah rasa
Yang kadang indah, juga menyakitkan
Yang kadang menyejukkan, juga membutakan
Cinta kadang membuatku malu
Diam dan ku tersipu
Membuat ku semakin ragu
Lakukan apapun, takut salah menderaku
Cinta tak mampu kudefinisikan
Cinta hanya mampu kuekspresikan
Cinta bukan permainan kata
Cinta adalah tentang sebuah rasa
Minggu, 04 November 2012
Bosan
Ragu ku 'tuk melangkah
takut ku bertemu salah
Buat hati semakin gerah
dan wajah jiwa pun memerah
Bosan, sungguh bosan
Tak ada rasa yang bermekaran
semua rasa terjalin membingungkan
Apa yang harus ku banggakan?
Bosan, sungguh bosan
Ego-ego bertebaran
Mana ada kebebasan
Semua asal, saling menyalahkan
Bosan, sungguh bosan
Sungguh bosan ku tuk berjalan
Aku sungguh tak kerasan
yang kuingin, melangkah jauh dari peradaban
Bosan, sungguh bosan
Bagai tanah terkena hujan
Hilang tanpa berurutan
Rasa tuk berkenan
Bosan, sungguh kubosan!
takut ku bertemu salah
Buat hati semakin gerah
dan wajah jiwa pun memerah
Bosan, sungguh bosan
Tak ada rasa yang bermekaran
semua rasa terjalin membingungkan
Apa yang harus ku banggakan?
Bosan, sungguh bosan
Ego-ego bertebaran
Mana ada kebebasan
Semua asal, saling menyalahkan
Bosan, sungguh bosan
Sungguh bosan ku tuk berjalan
Aku sungguh tak kerasan
yang kuingin, melangkah jauh dari peradaban
Bosan, sungguh bosan
Bagai tanah terkena hujan
Hilang tanpa berurutan
Rasa tuk berkenan
Bosan, sungguh kubosan!
Sabtu, 03 November 2012
Diam
Aku diam
Bukan karena suasana temaram
Bukan karena malam yang kelam
Bukan karena langit yang memburam
Aku diam, karena
Mulutku tiba-tiba tak mampu bicara
Cuma resah tanpa kata
Cuma gumam tanpa suara
Kenapa begitu?
Karena ada rasa menyentuh kalbu
Setitik kecil seperti debu
Bagai embun di pagi yang membeku
Apa sebabnya?
Entahlah, resah hati tanpa dikata
Tanpa bicara, galau di dada
Tanpa jelas sebab musababnya
Adakah sesuatu?
Mungkin memang ada sesusatu
Ada sesosok bayang di situ
Yang sukses membuatku terpaku
Siapakah bayang itu?
Kembali ku menggeleng tanda tak tahu
Bayang itu memang semakin menjauh
Tinggalkan aku dalam galau yang meyatu
Kenapa dia tinggalkanmu?
Aku tak tahu
Mungkin dia benci padaku?
Menjauh karena aku yang membisu?
Entahlah aku pun tak tahu
Lalu, apa yang kau mau?
Hanya diam dan biarkan dia berlalu?
Ya, biar dia berlalu
Karena hati ini tak mampu
Tuk tuntaskan diam yang mengkristal batu
Bukan karena suasana temaram
Bukan karena malam yang kelam
Bukan karena langit yang memburam
Aku diam, karena
Mulutku tiba-tiba tak mampu bicara
Cuma resah tanpa kata
Cuma gumam tanpa suara
Kenapa begitu?
Karena ada rasa menyentuh kalbu
Setitik kecil seperti debu
Bagai embun di pagi yang membeku
Apa sebabnya?
Entahlah, resah hati tanpa dikata
Tanpa bicara, galau di dada
Tanpa jelas sebab musababnya
Adakah sesuatu?
Mungkin memang ada sesusatu
Ada sesosok bayang di situ
Yang sukses membuatku terpaku
Siapakah bayang itu?
Kembali ku menggeleng tanda tak tahu
Bayang itu memang semakin menjauh
Tinggalkan aku dalam galau yang meyatu
Kenapa dia tinggalkanmu?
Aku tak tahu
Mungkin dia benci padaku?
Menjauh karena aku yang membisu?
Entahlah aku pun tak tahu
Lalu, apa yang kau mau?
Hanya diam dan biarkan dia berlalu?
Ya, biar dia berlalu
Karena hati ini tak mampu
Tuk tuntaskan diam yang mengkristal batu
Pergi Kau, Galau!
Saat Galau menyapa
Semuanya terasa hampa
Semua terasa menyesak dada
Semua terasa sempitkan jiwa
Mana kelapangan?
Saat galau datang dan menepis angan
Bagai daun berguguran
Menebas angin rata kerinduan
Letih melangkah, hanya terpana
Tak mampu bicara, diam tanpa kata
Galau menyapa hancurkan semua
Kerinduan semakin melimpah ruah
Lelah hati menahan janji
Galau pun semkain jadi
Menepis angan untuk kembali
Berjalan maju menjemput pelangi
Bukan salah ku tuk membisu
Glau itu membuatku gagu
Kata-kata pergi berlalu
Tanpa mampu pasung bersamaku
Galau semakin membuat hati gila
Rindu datang tanpa rasa
Jiwa meledak cinta membara
Kalbu resah tiada tara
Kau salah galau, buatku meracau
membuat hatiku keruh dan risau
Kau salah galau, buatku silau
Atas rasa cinta yang parau
Sudah, galau, pergi
Lelah hati ini melayani
Kau yang tak habis-habis menyakiti
Membuat semua menjadi semakin tak berarti
Semuanya terasa hampa
Semua terasa menyesak dada
Semua terasa sempitkan jiwa
Mana kelapangan?
Saat galau datang dan menepis angan
Bagai daun berguguran
Menebas angin rata kerinduan
Letih melangkah, hanya terpana
Tak mampu bicara, diam tanpa kata
Galau menyapa hancurkan semua
Kerinduan semakin melimpah ruah
Lelah hati menahan janji
Galau pun semkain jadi
Menepis angan untuk kembali
Berjalan maju menjemput pelangi
Bukan salah ku tuk membisu
Glau itu membuatku gagu
Kata-kata pergi berlalu
Tanpa mampu pasung bersamaku
Galau semakin membuat hati gila
Rindu datang tanpa rasa
Jiwa meledak cinta membara
Kalbu resah tiada tara
Kau salah galau, buatku meracau
membuat hatiku keruh dan risau
Kau salah galau, buatku silau
Atas rasa cinta yang parau
Sudah, galau, pergi
Lelah hati ini melayani
Kau yang tak habis-habis menyakiti
Membuat semua menjadi semakin tak berarti
Jumat, 02 November 2012
Tentang Hati
Tentang hati,
Cinta yang meminta
Cinta yang menyapa
Segala hal kutanya
apa patut tuk kurasa?
Tentang hati,
Galau diam untuk merasuki
Apa salah hingga semua begini
Hati yang selalu menantang hari
kenapa pula seperti ini?
Tentang hati,
Salah oleh semu
Kalah karena nafsu
Terburu, hingga semua menjauh
Apa salahku?
Tentang hati,
Lelah hati menyadari
Kaku hati tuk disakiti
Rasa bergaung seakan mati
Kenapa ku ditinggal sendiri?
Tentang hati,
Segala hal buatku terpana
Semuanya hampir buatku gila
Rasa yang mebakar di dada
Kenapa harus aku yang merasa?
Tentang hati,
Mungkin takdir buatku tahu
Buatku sakit dan terus terjatuh
Berdiri diam menanggung malu
Kembali hati menjerit, kenapa aku?
Tentang hati,
Malam memang semakin kaku
Ku pun diam dan terpaku
Dalam hati rasa pun satu
Dan mulut rasa membisu
Cinta yang meminta
Cinta yang menyapa
Segala hal kutanya
apa patut tuk kurasa?
Tentang hati,
Galau diam untuk merasuki
Apa salah hingga semua begini
Hati yang selalu menantang hari
kenapa pula seperti ini?
Tentang hati,
Salah oleh semu
Kalah karena nafsu
Terburu, hingga semua menjauh
Apa salahku?
Tentang hati,
Lelah hati menyadari
Kaku hati tuk disakiti
Rasa bergaung seakan mati
Kenapa ku ditinggal sendiri?
Tentang hati,
Segala hal buatku terpana
Semuanya hampir buatku gila
Rasa yang mebakar di dada
Kenapa harus aku yang merasa?
Tentang hati,
Mungkin takdir buatku tahu
Buatku sakit dan terus terjatuh
Berdiri diam menanggung malu
Kembali hati menjerit, kenapa aku?
Tentang hati,
Malam memang semakin kaku
Ku pun diam dan terpaku
Dalam hati rasa pun satu
Dan mulut rasa membisu
Langganan:
Postingan (Atom)